Aufa 17 Tahun Kemarin

Aufa.jpg

Kenangan 17 tahun lampau, tapi sungguh terekam hingga jejaknya pun susah untuk dilupakan.., miris sangat..‎

+-th 2000, Aufa-ku terserang diare hebat, panik..aku langsung membawanya ke RS ‘ibu&anak’ ternama di kawasan Jakarta Utara, singkatnya Aufa-ku diwajibkan utk dirawat & diinfus..

Demi kesembuhan ananda, kami pun pasrah untuk mendampingi ananda opname walau dengan sangat berat hati..,‎ tak lama setelah mendapat kamar datang seorang suster yang masih terlihat muda & ‘kaku’, hatikupun berbisik ‘ragu’ : apakah mereka suster yang baru saja lulus..,atau justru  Aufa-ku nanti menjadi ‘kelinci percobaan’ ?? aku galau dan dilema..

Ya Allah.., ternyata feeling keibuanku benar..utk memasukkan jarum infus saja ‘suster muda’ itu sampai mencoba ‘puluhan’ kali..,padahal biaya puluhan jarum infus yang gagal disuntikkan, masuk di dalam kwitansi tagihan..dibebankan kpd pasien..:(

Setelah akhirnya ‘berhasil’ terpasang jarum infus, tertidurlah Aufa-ku..pasti karena lelah menangis &menjerit kesakitan, aku tak henti berdo’a semoga nanda senantiasa dalam penjagaan-Nya.‎

Dalam lelap tidurnya, datang suster cantik nan kaku (lagi) dengan membawa obat yang akan dimasukkan melalui selang infus. Tanpa ijin permisi dan menjelaskan obat apakah gerangan, aku pasrah..tapi apa yang terjadi.., anakku langsung lompat berdiri-menjerit-menangis..padahal dalam kondisi tertidur pulas..

Aku bingung,sedih,marah,menangis, dengan menjerit pun bisa dibilang berteriak..aku minta saat itu juga untuk mencabut jarum infus dari tangan Aufa-ku..,awalnya tidak ada suster yang mau mencabut,tapi karena aku terus memaksa, hingga menangis ..akhirnya ada juga ‘suster separuh baya yang mau melepasnya…

Allah..sungguh bertambah-tambah rasa sedih dan sesalku karena ternyata jarum infus yang  dikeluarkan dari tangan Aufa-ku kondisinya sudah ‘keriting'(bengkok)..yang artinya..jarum infus itu tidak terpasang pada posisi yang benar, hanya sekedar ‘masuk’.. pantas saja Aufa-ku sampai menangis ‘histeris’.. maafkan bunda yaaa nak..

Malam itu juga (aku datang untuk periksa dan diharuskan opname sekitar jam 19.00 wib, dan memutuskan untuk pulang jam 22.00 wib) aku memaksa pulang..tentu saja pihak RS tidak memperkenankan, aku bersikukuh, azamku bertekad Aufa-ku akan sembuh dalam rawatan kasih sayang di rumah.. tentu saja  melalui ridho Allah.

Setelah menandatangani form ijin ‘pulang paksa’ (diwajibkan oleh pihak RS)..aku pun melangkah pulang..,  lunglai menggendong Aufa-ku erat..

Alhamdulillah.. sujud syukur kami, dengan ber-bekal do’a, kasih sayang, ketelatenan, kesabaran juga didukung obat2an /vitamin (dirawat dengan cinta),  do’a kami diijabah, Aufa-ku sembuh dalam 2 hari, sungguh mukjizat Ilahi Rabbi.. ♥ ‎

17 tahun berjalan rasa  ‘trauma’ akan peristiwa itu.. masih terekam jelas, hingga kini jika ke-3 buah hatiku sakit, aku hanya mengupayakan berobat jalan..’jangan ada lagi infus’.. tentu saja bertambah panjang dalam sujud dan do’a semoga sentiasa disehatkan..*hopefully

Gusti semoga Engkau perkenan.. aamiinYRA

“Kado dari langit Aufa-ku, yang hadirnya bertepatan dengan Hari Lahir Pancasila 1 Juni ♥”

*ps : salam hormat dan cinta teruntuk semua jajaran kesehatan yang sungguh mengabdi dengan cinta kasih, semoga semua budi baik berbalas keberkahan yang melimpah dan Syurga.‎

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s