Latte Factors Di FUNancial Home Credit Surabaya

Hai Sobat, siapa nih yang suka mendengar kalimat :
♧ “Duh beberapa bulan lagi anakku masuk SD, tapi uangnya belum siap”

♧ “Gaji tiap tahun naik, tapi pengeluaran ikut naik (bahkan lebih banyak dari kenaikan gaji)”

♧ “Udah puluhan tahun kerja, belum juga punya rumah, mana harga rumah naik terus”

3 kalimat ini menjadi contoh kalimat pembuka dalam acara #FUNancial Talkshow Surabaya CEO IN THE MAKING: Financial Tips to Transform Your Passion Into a Business, bersama Home Credit Indonesia, 14 Desember 2019 di Kota Pahlawan.

20191214_105030-01.jpegAdalah Kak Dipa Andika, Financial Planner dan Co-Founder Hahaha Corp. yang mengawali acara #FUNancial ini.

Kak Dipa melanjutkan bahwa walaupun kita rajin menabung.. tapi bukan menabung rindu ya..^.^  bisa dipastikan bahwa bunga tabungan itu hampir sulit untuk menutupi inflasi, biaya administrasi dan biaya-biaya tidak terduga lainnya.
Kecuali dalam setiap bulan kita bisa menabung berjuta-juta, baru bisa merasakan hasilnya.

Kak Dipa pun membagikan tipsnya : “seharusnya kita mengawali dan menulis apa yang menjadi tujuan hidup kita.., baru selanjutnya kita buat strategi keuangannya”.

Nah, kalau setiap bulan kita bisa mengatur keuangan dengan baik, kemudian menyisihkan uang untuk investasi yang sesuai dan mendukung tujuan hidup kita, maka seharusnya kalimat-kalimat di atas tidak perlu keluar.

PicsArt_12-16-07.11.50-01-01.jpegJadi mulai sekarang mari kita wujudkan investasi terbaik, semoga kita mampu meraih segala impian finansial kita dan mewujudkan #YangKamuMau.

 

“Latte Factors”

“Pengeluaran yang terlihat kecil, namun tanpa disadari hal ini kita lakukan berkali-kali”.

Walaupun kita sudah mulai berinvestasi dan rajin menabung tetapi terkadang kita sering menyepelekan sesuatu yang kecil karena kita merasa bahwa dampaknya tidak akan terasa.

Tapi ingatlah, sebuah kapal yang besar dan megah pun dapat tenggelam karena air memasuki badan kapal dari lubang-lubang kecil yang tidak kita sadari.

Begitu pula dalam pengaturan keuangan, walaupun kita kerap kali mengabaikan pengeluaran dan pemasukan yang kecil, sebenarnya hal ini harus kita hindari dan kita harus mulai memperhatikan pemasukan dan pengeluaran kecil tersebut.

Beberapa contoh “Latte Factors” ;
1. Biaya transfer antar bank dan biaya administrasi bank.
2. Kebiasaan ngopi, merokok, atau jajan.
3. Belanja selain kebutuhan bulanan, biasanya tergoda promo diskon atau hadiah.
4. Transportasi dalam jarak dekat.
5. Membeli air mineral kemasan botol, yang sebetulnya kita bisa mencoba membawa minum sendiri.

Sobat.. kembali kita diingatkan untuk mulai disiplin, semoga kita dimampukan untuk tidak pernah lelah dalam merangkai ikhtiar dan do’a, saatnya bergerak mengurangi pengeluaran yang kita anggap kecil “latte factors”.

 

20191214_112058-01Mari kita biasakan mencatat apa saja yang menjadi pengeluaran kita setiap harinya.., maka jangan kaget ya.. ketika kita temukan bahwa biaya “latte factors” bisa membuat kita tenggelam.

“We spend money that we do not have, on things we do not need, to impress people who do not care. @Will Smith”

 

“Basha Market” 

Masih bersama Home Credit yang memberi warna baru untuk kita bisa mengatur keuangan dari penghasilan biasa menjadi pengusaha, turut hadir  Christie Erin, Co-Founder Basha Market & Of Sorts.

Kak Erin membagikan perjuangan pada saat awal membangun Basha Market yang pertama kali dimulai dengan cara yang sama seperti startup teknologi pada umumnya: acquire users one by one (memgirim pesan satu per satu).

20191214_115956-01.jpegKak Erin memang mencari satu per satu kontak dari brand lokal yang mereka ingin ajak, lalu mereka kirimkan dokumen berupa proposal. Usaha ini yang membuat Basha Market di awal berhasil mengajak 95 vendor dari 960 vendor yang mereka hubungi.

Setidaknya, 10 persen dari brand lokal yang menjadi prospek berhasil didapatkan. Walaupun terlihat kecil tetapi 10 persen inilah yang kemudian mengantarkan Basha Market bisa menjadi besar seperti sekarang.

Basha Market turut memajukan dan fokus terhadap industri kreatif serta brand lokal Indonesia. Salam salute ya Kak Erin.. semoga terus menginspirasi dan bertumbuh menjadi panutan generasi mienial ini.

Screenshot_20191216-194320_Video Player-01

Acara #FUNancial Talkshow Surabaya bersama Home Credit yang dipandu moderator lucu nan tampan Arditya Erwandha, seorang komika yang bernaung di Hahaha Corp. membuat suasana lebih santai dan tidak membosankan, canda dan tawa membuat Sabtu kali ini terasa lebih berwarna.

 

Home Credit Indonesia.

Freya Pradieta Laksmono,
VP Brand Strategy & Communications.

Selanjutnya Kak Freya sebagai perwakilan dari Home Credit menyampaikan sejarah Home Credit di Indonesia, yang mulai berdiri pada tahun 2013 di Jakarta.

Home Credit menyediakan pembiayaan di toko (pembiayaan non-tunai langsung di tempat) untuk konsumen yang ingin membeli produk seperti alat rumah tangga, alat elektronik, handphone, dan furnitur.

Screenshot_20191216-194155_Video Player-01.jpegDi samping itu, Home Credit juga menyediakan pembiayaan multiguna untuk pembiayaan renovasi rumah, biaya pendidikan, atau bahkan berlibur. Seiring dengan berkembangnya jaringan distribusi, varian produk Home Credit juga akan semakin berkembang.

Adapun untuk mengajukan cicilan tanpa kartu kredit melalui Home Credit, kita harus memenuhi syarat berikut ini:

*Warga Negara Indonesia dan memiliki KTP.
*Berumur minimum 21 tahun atau 19 tahun bila sudah menikah.
*Bertempat tinggal di area layanan Home Credit.
*Memiliki penghasilan tetap.

20191216_122937-01.jpegSelanjutnya jika kelengkapan dokumen dan proses pengajuan kita disetujui maka kita akan mendapatkan produk atau layanan pembiayaan yang kita inginkan dengan aman, sesuai dengan program Home Credit Indonesia kampanye pemberdayaan finansial “FUNancial #YangKamuMau”.

Kak Freya juga berbagi info bahwa :
Kampanye Ini sejalan dengan program OJK (Otoritas Jasa Keuangan) untuk meningkatkan literasi keuangan bagi masyarakat di Indonesia.

20191216_122542-01.jpegHome Credit Indonesia sangat mendukung program nasional dan akan ikut terus memberikan kontribusi dengan harapan masyarakat Indonesia bisa mendapatkan pemberdayaan finansial yang maksimal serta meraih kebebasan finansial dengan cara yang mudah dimengerti, menyenangkan, dan selaras dengan kehidupan masyarakat dalam keseharian.

CEO IN THE MAKING: Financial Tips to Transform Your Passion Into a Business ~ Kiat Finansial untuk Mengubah Gairahmu Menjadi Bisnis

Untuk informasi lebih lengkap, sila klik link berikut ya :

http://www.homecredit.co.id/funancial

sukain dulu apa yang kita kerjain.. money will follow.. by @dipaaa

Matur nuwun untuk tips perencanaan keuangan.. yang mampu membuka tabir.. bahwa yang receh menurut kita.. bisa menjadi mahal .. jika kita tidak segera bangun dari mimpi. ♡♡

20191217_014101.jpg

Tulis dan catatlah .. bahkan satu rupiah yang sudah kita keluarkan..

Screenshot_20191216-222744_Video Player-01.jpeg#FUNancial
#yangkamumau
#homecreditindonesia
#homecredit
#financial

8 Comments

  1. Aku sering terjebak latte factor juga, Mbak Mita. Biasanya sih kebanyakan ngemil jadi ya duit habis padahal ga kerasa hehe. Kecil tapi sering. Untung sih tinggal di kota kecil jadi ga mahal mahal barangnya. Cuma ga enaknya mau buka usaha bingung kalau di daerah. Serbananggung. Penginnya pendapatan besar, pengeluaran kecil biar bs kaya dan banyak berbagi, hehe.

    1. Njih leres Mas, demi memenuhi kepuasan mata dan gengsi kadang seringnya terkhilaf.. benar2 diingatkan dan berusaha utk mulai mengurangi.. saling mendo’akan njih smg dimampukan.. Aamiin – nuwun sanget Mas

  2. Pernah suatu kali pengen beli bakso yang lewat depan rumah. Ternyata duit di dompet tinggal 5 ribu. Nggak bisa bayar pakai dompet digital, apalagi gesek kartu debit.

    Akhirnya bongkar-bongkar tas, menelisik rak buku, lemari dan tempat mainan anak-anak. alhamdulillah nemu duit receh dan terkumpul 20 ribu.

    Dari kejadian itu mulai belajar untuk menghargai uang recehan. Buat wadah khusus buat nampung uang receh

    1. Lhoo… samaan kita Mbak.. daku pun pernah mengalami kisah itu..- jadi sekarang selalu siap celengan.. tapi bukan celengan rindu Mbak..- sepertinya kecil tapi pas dihitung2 lumayan bisa buat merayakan hari raya Mba.. 💜

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s